Nyesek Maksimal! Susah Payah “Sekolahkan Anaknya” Hingga Sarjana, “Hal Getir” Inilah yang Malah Sang Ayah Terima di Hari Tuanya!
Masukkan Artikel HPKnya disini
250x250/200x200

Sosok ayah, merupakan figur
orang tua yang rela bekerja keras demi kesuksesan anak-anaknya. Meski ia tak
ikut melahirkan seperti para ibu, dedikasi dan pengorbanan yang diberikan juga
tak bisa dipandang sebelah mata. Merekalah yang bertugas mencari nafkah demi
kelangsungan hidup keluarga tercinta. Maka, sudah selayaknya kita harus
menghormati jasa-jasa yang telah diberikan kepada kita selama ini.
Namun, kisah berikut seolah
berbanding terbalik dengan narasi diatas. Disaat usia yang telah senja, kakek
tua bernama Seger ini malah diacuhkan oleh anak-anaknya yang telah hidup sukses
dan bergelimang harta. Alhasil, ia pun harus terlunta-lunta dijalanan dengan
berjualan onde-onde demi sesuap nasi. Seperti apa kisah pilunya hidup seorang
diri? simak ulasan dibawah selengkapnya.

#1 Sosok renta yang merantau
di Surabaya
Seger yang saat itu tak
mempunyai harta sepeser pun, nekat mengikuti temannya mengadu nasib di
Surabaya. Merantau ke kota besar, menjadi pilihan dirinya lantaran ia sudah tak
memiliki apa-apa di kampung halamannya, Kediri.

Seluruh hartanya telah ludes
unutk membiayai kelima anaknya hingga masing-masing dari mereka telah sukses.
Dibalik kesuksesannya tersebut, terselip sebuah cerita miris yang sanggup
membuat siapa saja yang mendengarnya menitikan air mata.
#2 Berdagang onde-onde demi
sesuap nasi
Sebelumnya, tak ada dalam
benak Seger untuk menjadi seorang penjual onde-onde. Pekerjaan tersebut
terpaksa ia lakoni karena himpitan ekonomi yang menderanya selama di hidup di
Surabaya. Saban hari setipa subuh hingga petang, ia setia mengayuh sepedanya,
menjajakan onde-onde.

Disana, ia hidup berdua
dengan sang istri dan mengontrak sebuah rumah untuk berteduh. Hidup
terlunta-lunta di kota yang asing, membuat perjuangan hidup yang ditanggungnya
menjadi semakin berat. Bahkan Jika dagangannya tak habis, onde-onde tersebut
dijajakan di sekitaran tempat tinggalnya.
#3 Jerih payah dan
kesuksesan yang dibalas dengan air tuba
Seger yang merupakan warga
asli Kediri tersebut, ternyata mempunyai masalah pelik yang membuat dirinya
harus hijrah ke Surabaya. Seluruh hartanya ketika masih di Kediri, telah ludes
untuk membiayai pendidikan kelima anaknya hingga sukses. Bahkan mereka kini
telah mempunyai toko masing-masing. Anak-anaknya tersebut ada yang bermukim di
Kalimantan, Kediri dan Jombang.

Sayanganya, jasa orang tua
tersebut dibalas dengan perlakuan yang menyayat hati. Sang ayah dan istrinya
yang notabene adalah ibu mereka, dilarang berkunjung di kediamannya. Bahkan
pada 5 momen lebaran terakhir, tak ada satupun dari anak-anaknya yang datang
berkunjung.
#4 Menuai simpati dari netizen
Kekuatan sosial media
sebagai penyebaran berita yang ampuh saat ini, telah membantu banyak hal,
termasuk pak Seger. Kisah pilunya yang diacuhkan oleh anak kandungnya, telah
viral dan menuai banyak simpati dari netizen.

Usianya yang tak lagi muda,
rawan terkena penyakit jika harus berada seharian di jalanan Surabaya. Dengan
semakin tersebarnya informasi tersebut, mudah-mudahan anak-anak dari kakek 70
tahun ini, bisa mengetahui keberadaannya dan segera sadar dari tindakannya
tersebut.
#5 Dibantu oleh salah satu
program televisi swasta
Perjalanan hidup kakek Seger
hingga dicampakan oleh anak-anaknya, rupanya tak hanya mengetuk hati nurani
netizen di dunia maya. Salah satu program televisi swasta tanah air, bahkan
mengikutsertakan sang kakek beserta istrinya dalam tayangan mereka yang bernama
Pantang Mengemis tersebut.

Dalam video yang dipandu
oleh artis Zhi Alatas tersebut, Pak Seger beserta istrinya mencurahkan masalah
pelik yang tengah membelit hidupnya. Ditengah-tengah acara, pihak penyelenggara
program terlihat menyumbangkan barang-barang dan sejumah uang yang dibutuhkan
oleh pasangan tersebut.
Tak pelak, kisah sang kakek
penjual onde-onde tersebut, sangat menohok relung hati yang paling dalam.
Bagaimana mungkin, seorang anak yang dibesarkan dengan susah payah dan
pengorbanan, malah menelantarkan kedua orang tuanya dikala usia senja mereka.
Semoga kejadian semacam ini, tidak terjadi terjadi pada orang tua lain.
Khususnya pada anak-anak agar selalu menghormati jasa kedua orang tua mereka.
Video Lengkapnya:
Sumber: Boombastis
<.div>
Masukkan Artikel HPKnya disini

0 Response to "Nyesek Maksimal! Susah Payah “Sekolahkan Anaknya” Hingga Sarjana, “Hal Getir” Inilah yang Malah Sang Ayah Terima di Hari Tuanya!"
Post a Comment